Ibukota pertama khalifah Turki Usmani

Sahabat yang dicintai Allah, hati bergetar saat disuatu pagi mendengarkan adzan subuh bergema di tanah Bursa Selatan Istambul yang merupakan ibukota pertama kekhalifahan Turki Usmani.

Ingatan langsung teringat ke belakang tatkala dua pendiri kekhalifahan ini berusaha untuk merebut kota strategis ini.

Khalifah Usman di akhir hayatnya bertekad bahwa kota ini harus menjadi kota Islam dan tekad itu selalu dia perjuangkan dan tekad itupun didengar oleh putranya Orhan. Sehingga anaknya ini pun berusaha dengan kuat untuk bisa merealisasikan cita-cita baik dari ayahnya.

Begitulah seorang muslim, ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari sini.

Pertama dari sang pendiri Kerajaan Turki Usmani bahwa seorang Khalifah Usman di akhir hayatnya pun dia tidak pernah merasa lelah dalam berjuang, dia tidak pernah menjadikan umur sebagai alasan agar perjuangannya itu berhenti, tidak, Bahkan seolah-olah dia akan hidup seribu tahun ketika dia sedang berjuang. Tiada kenal lelah berjuang dijalan Allah, walaupun ketika beberapa saat sebelum beliau meninggal barulah kota ini bisa ditaklukkan dan akhirnya cita-cita itu disampaikan oleh Allah, dan beliau bisa dimakamkan di daerah ini.

Pelajaran kedua adalah Orhan Ghazi (Putra khalifah Osman), bakti seorang anak kepada orang tua bukan hanya sekedar memberikan hal-hal yang bersifat duniawi semata, tapi mampu untuk merealisasikan keinginan dari ayahnya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya Osman kala itu ketika putranya yang dia cintai mampu merealisasikan cita-citanya menjadikan Kota Bursa ini sebagai ibukota kekhalifahan Islam.

Karena itu sahabat yang dicintai Allah serta ini bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana ketika kita bersemangat dalam berjuang dalam kehidupan ini di jalan Allah dan bagaimana kita mampu untuk bisa menjadi anak-anak yang baik untuk kedua orang tua kita….
Ust. Arifin Nugroho, Lc

#catatanperjalananjelajahturki
#porossurgajejakalfatih

Leave a Reply

Your email address will not be published.