Amal dan Hisab

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih (pahalanya) untuk dirinya sendiri…”. (QS.41.Fushshilat:46). 
Maksudnya, barangsiapa mengerjakan amal di dunia ini karena taat kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, ‘falinafsihi/untuk dirinya sendiri’, maka amal shalihnya itu untuk dirinya sendiri, karena ia pasti diberi balasan sesuatu yang telah dijanjikan Allah, yaitu surga, dan selamat dari neraka.”

(Tafsir Ath-Thabari).
“Seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang diusahakannya.” 

(QS.53.An-Najm: 39). 
Demikian pula seseorang tidak dihisab kecuali berdasarkan usaha, upaya, dan amalnya. Dia tidak memperoleh tambahan sedikit pun dari usaha orang lain dan tidak dikurangi sedikit pun karena diberikan kepada orang lain.
Kehidupan dunia ini merupakan kesempatan yang diberikan kepada-nya supaya berusaha dan beramal.

(Tafsir fi Zhilalil Qur’an 11/83).

Leave a Reply

Your email address will not be published.